Gara Gara Salah Potong
Sang penguasa langit memancarkan
kilauan cahayanya dengan sangat sempurna. Kamilaunya menghancurkan mimpi indah
sesosok gadis manis. Ya lagi lagi gadis itu bangun saat mentari telah bekerja
keras menyinari bumi. Siapalagi kalau bukan Riska Monyta. Gadis itu sedang
menikmati akhir liburan semesternya.
“kriiiinggg…..kriiingg….
kriiingg” teriak jam weker membangunkan gadis itu.
Riska terbangun
mendengar bunyi berisik dari jam weker berbentuk Hello kitty dan berwarna pink
kesayangannya itu yang selalu setia membangunkannya setiap pagi.
“Ahh.. masih
jam delapan ternyata, aku kira aku sudah ratusan tahun tidur di kamar ini”
gumamnya sambil mematikan deringan jam weker tersebut.
Lalu Riska pun beranjak dari tempat tidurnya menuju kaca rias
yang terletak di sudut kamar mungilnya itu. Bukan karna ukurannya yang kecil
tapi karna Riska yang berhasil menyulap kamarnya itu sedemikian rapi sehingga
bener benar terlihat bahwa kamar itu adalah kamar wanita. Sangat cantik dan
sangat rapi.
“Sudah
berapa lama aku tidak potong rambut ya?? Sudah hampir 3 abad mungkin ya?
Rasanya rambutku sudah seperti rambut tarzan saja? Auuwoooo… hahahha” oceh
Riska sambil memainkan rambutnya yang panjang dan berwarna itu. Riska sangat
suka menata rambutnya, bahkan dia sampai merubah warna aslinya. Padahal dengan
rambutnya yang dulu dia terlihat sangat cantik. Bahkan kecantikannya melebihi
putri Aurora di dongeng Putri Tidur.
Terlintas di
benaknya untuk mendatangi salon langganannya. Di mana lagi kalau budan Salon
Bunda. Salon yang beralamat di Jalan Danau Poso itupun kali ini menjadi
pilihannya untuk merapikan rambutnya. Diapun segera bergegas merapikan dirinya
sebelum merapikan mahkota terindahnya itu. Tapi sebelumnya Riska harus
merapikan kamar tercintanya dulu. Karena Riska tidak ingin kamar nya yang
berantakan membuatnya tak bertemu dengan pangerannya dalam mimpinya malam ini.
***
“Mamaku
tersayang,,, anakmu yang cantik seperti bidadari ini pergi dulu ya..” jerit
Riska sambil menghampiri Mamanya di dapur.
“Mau Pergi
ke mana sayang? Kok baru bilang Mama kalau kamu mau pergi? Mama gak di ajak
ni?” Sahut Mamanya sambil tetap melanjutkan pekerjaannya.
“Gak deh Ma,
Riska mau pergi sendiri aja, Riska Mau
potong rambut ni Ma. Liat ni, rambut Riska udah jelek banget, udah gak jauh
beda sama Tarzan kan Ma? Yaudah Riska
pergi ya Mama sayang. Da Mama..”
“Iya sayang,
Hati – hati ya..!”
Mama pun
melihat Gadis itu pergi dari kejauhan. Dia tau kalau buah hati nya itu selalu
ingin tampil cantik dan menarik. Entah apa yang merubah hidupnya. Padahal dulu
Riska adalah gadis yang tomboy.
***
Tibalah dia
di Salon Bunda. Diapun langsung masuk dan menemui salah satu pegawai di sana.
“Mbak, Riska
mau potong rambut dong, di buat sebahu aja ya Mbak”
“ok Riska”
sahut pegawai itu dengan sangat ramah.
Selang
beberapa menit, rambut Riska pun telah selesai di potong oleh pegawai tersebut,
namun sepertinya pegawai tersebut sedang mengantuk atau berhalusinasi sehingga
beliau tak bergitu mengikuti permintaan Riska. Bukan malah memotong rambut
gadis itu sebahu, malah dia memotong rambut Riska sesuai keinginanya. Mungkin
bagi pegawai itu terlihat cantik, namun tidak bagi Riska, dia malah terlihat
aneh dengan rambut barunya. Bagaimana tidak, rambut yang dia inginkan di potong
sebahu malah di potong terlalu pendek. Dan lebih anehnya lagi rambutnya di
potong panjang pendek, sehingga terlihat seperti ada ekor yang muncul di balik
kepala Riska.
“Sudah
selesai Dek, silahkan dilihat”
“Loh mbak,
kok jadi begini rambut Riska? Kan tadi Riska bilang sebahu?” jawab gadis itu
keheranan sambil memegang rambutnya.
“Udah gak
apa apa dek, cantik kok, beneran deh” kata pegawai salon tersebut sambil
meyakinkan Riska
Riska pulang dengan perasaan kecewa. Setidaknya hari ini dia
memiliki rambut baru.
***
“Hey sayang,
kenapa rambut kamu? Kenapa ada ekor begitu?
Ekor siapa kamu pakai? Apa kamu beneran ingin berubah jadi Tarzan?”
jerit Mamanya keheranan melihat potongan rambut Riska yang tidak seperti
biasanya, mamanya tertawa
“Ah Mama, masak
di bilang kayak tarzan sih? Gak loh Ma, kata mbak yang di salon tadi rambut
Riska Bagus kok, Mama aja gak ngerti model” sahutnya sambil cemberut, padahal
dia berharap Mamanya memuji hasil rambut barunya itu, tapi malah menertawainya.
“ Bagus dari
mana? Dari Hongkong? Trend di mana? Di Jonggol, deket rumah Bang Ocit iya? Pokonya
Mama gak mau tau, kamu harus beneri potongan Rambut Kamu itu” Kali ini Mamanya
sedikit menaikkan nada bicaranya. Tampaknya beliau tidak rela buah hatinya
menjadi aneh dengan tampilannya saat ini.
“Yaa.. Masak
harus balik ke salon lagi sih Ma, udah Sore loh.. Besok aja deh ya. Sayang dong
rambutnya kalau harus di potong lagi, ntar jadi pendek banget dong” kali ini
riska semakin cemberut, selian malas jika harus bolak balik ke salon, dia juga
tak ingin rambutnya semakin pendek.
“Mama gak
peduli, pokoknya Mama gak mau lihat rambut kamu seperti itu ya sayang, besok
kamu harus balik ke salon itu lagi, dan benerin rambut kamu itu.”
“Tapi Ma…”
“Gak ada
tapi tapian ya sayang, pokoknya harus kamu beneri rambut kamu itu. Besok!!”
“Iya Mama… “
Jawab gadis itu lesu.
***
Jarum jam
berputar sangat lama, sepertinya ia telah lelah menjalankan tugasnya
berkeliling sepanjang hari. Entah memang begitu atau hanya karna perasaan Riska
sedang kacau. Karna insiden salah potong tersebut, ia malas kemana kemana, mengurung
diri di kamar sepertinya menjadi alternatif terbaik untuk menyembunyikan
keanehan kepalanya itu. Rasanya ia tak ingin seorang pun melihatnya, bahkan
mungkin jika ada seekor cicak yang tak sengaja melihat rambutnya saat itu,
gadis itu akan segeera membunuhnya supaya cicak itu tidak memberitahukan
tentang keanehan rambutnya.
***
Malam yang panjang telah berhasil dia lewati. Pagi ini rasa
malasnya malah lebih memuncak dari hari kemarin. Cermin dan sisir yang biasa
jadi sahabat nya malah seolah menjadi musuhnya hari ini. Ya sampai dia memotong
kembali rambut barunya itu.
“Ma.. Riska pergi ya. Mau ke rumah temen, kayaknya pulang
agak sore ni Ma, gak apa apa kan?”
“Ya sayang” sahut Mama. Mama yang sepertinya masih sebel dengan rambut baru Riska seolah membiarkan
anak tercintanya pergi menunjukkan keanehannya.
***
Kali ini ternyata Riska berbohong.
Bukannya ingin menemui temannya, dia malah pergi ke salon lagi. Tapi bukan lagi
salon Bunda. Entah karna insiden kemaren atau karna malas berurusah dengan
pegawai yang membuat nya sekarang menjadi aneh atau karna jaraknya yang cukup
jauh dari rumahnya. Hanya dia dan isi tuhan lah yang mengerti alasannya.
Saskia Salon.
Salon ini lah yang beruntung menjadi pelariannya hari ini. Bagaimana tidak jika
dia berhasil menghilangkan keanehannya, maka salon inilah yang sangat berjasa
dalam hidupnya hari ini. Dan mungkin jasanya akan di ingat selalu oleh Riska
sebagaimana ia mengingat jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan
Indonesia.
“Permisi
Mbak, Saya mau potong rambut dong” sapa gadis itu kepada salah satu pegawai
yang masih asing baginya.
“Iya Dek,
mau di potong model apa?” jawab pegawai tersebut dengan ramah dan senyuman
manis lebih manis dari setetes madu dan sekilo gula putih dan pastinya tak
kalah ramah dari pegawai salon langgananya.
“ gimana
baiknya menurut mbak aja deh, yang penting jangan kependekan, jangan ada
ekornya kayak gini, saya pasrah aja deh mbak” jawabnya seadanya, namun malah
seakan akan dia mencurahkan isi hatinya atas insiden kemaren.
“ok deh
kalau begitu, kita rapikan saja rambunya ya, yasudah silahkan duduk Mbak”
***
Menit menit yang menengakan telah usai. Degupan jantung Riska
berdetak dengan cepat, sepertinya jantung itu akan copot dari tempatnya. Dan
mungkin akan berpindah ke depan cermin, ya cermin dimana Riska sekarang berdiri
untuk melihat hasil potongan rambutnya saat ini. Sepertinya tak mengecewakan.
Tanpa banyak
bicara, dan tak banyak komentar, karna dia tak ingin seperti juri di Dangdut
Academy Indosiar, dia pun bergegas menginggalkan tempat itu.
***
“Mama… liat
ni rambut aku, udah bagus kan,, jangan di marahi lagi ya Ma.”
“ Nah,, gitu
kan cantik, tapi kayaknya Mama gak bia bilang kamu Putri Aurora lagi deh, kali
ini kamu lebih mirip dengan Putri Salju. Gak penting ahh, yg penting sekarang
rambut kamu udah bagus udah gak aneh lagi” seru Mama sambil memeluk anak
tercintanya itu.
Gadis itu
pun tampak bahagia. Bukan hanya karna pelukan Mama tercintanya, tapi karna dia
telah terbebas dari rambutnya yang aneh itu. Sekarang dia tak perlu lagi
mengurung diri di dalam kamar seperti yang ia lakukan kemaren. Hari ini dan
seterusnya dia telah terlepas dari kutukan rambut aneh tersebut. Insiden salah
potong telah membuatnya harus bolak balik ke salon dan harus mengurung diri.
Huufft.. sangat melelahkan bukan??
The end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar