Minggu, 10 Januari 2016

cerpen lucu singkat

Gara Gara Salah Potong

            Sang penguasa langit memancarkan kilauan cahayanya dengan sangat sempurna. Kamilaunya menghancurkan mimpi indah sesosok gadis manis. Ya lagi lagi gadis itu bangun saat mentari telah bekerja keras menyinari bumi. Siapalagi kalau bukan Riska Monyta. Gadis itu sedang menikmati akhir liburan semesternya.
            “kriiiinggg…..kriiingg…. kriiingg” teriak jam weker membangunkan gadis itu.
            Riska terbangun mendengar bunyi berisik dari jam weker berbentuk Hello kitty dan berwarna pink kesayangannya itu yang selalu setia membangunkannya setiap pagi.
            “Ahh.. masih jam delapan ternyata, aku kira aku sudah ratusan tahun tidur di kamar ini” gumamnya sambil mematikan deringan jam weker tersebut.
Lalu Riska pun beranjak dari tempat tidurnya menuju kaca rias yang terletak di sudut kamar mungilnya itu. Bukan karna ukurannya yang kecil tapi karna Riska yang berhasil menyulap kamarnya itu sedemikian rapi sehingga bener benar terlihat bahwa kamar itu adalah kamar wanita. Sangat cantik dan sangat rapi.
            “Sudah berapa lama aku tidak potong rambut ya?? Sudah hampir 3 abad mungkin ya? Rasanya rambutku sudah seperti rambut tarzan saja? Auuwoooo… hahahha” oceh Riska sambil memainkan rambutnya yang panjang dan berwarna itu. Riska sangat suka menata rambutnya, bahkan dia sampai merubah warna aslinya. Padahal dengan rambutnya yang dulu dia terlihat sangat cantik. Bahkan kecantikannya melebihi putri Aurora di dongeng Putri Tidur.
            Terlintas di benaknya untuk mendatangi salon langganannya. Di mana lagi kalau budan Salon Bunda. Salon yang beralamat di Jalan Danau Poso itupun kali ini menjadi pilihannya untuk merapikan rambutnya. Diapun segera bergegas merapikan dirinya sebelum merapikan mahkota terindahnya itu. Tapi sebelumnya Riska harus merapikan kamar tercintanya dulu. Karena Riska tidak ingin kamar nya yang berantakan membuatnya tak bertemu dengan pangerannya dalam mimpinya malam ini.
***
            “Mamaku tersayang,,, anakmu yang cantik seperti bidadari ini pergi dulu ya..” jerit Riska sambil menghampiri Mamanya di dapur.
            “Mau Pergi ke mana sayang? Kok baru bilang Mama kalau kamu mau pergi? Mama gak di ajak ni?” Sahut Mamanya sambil tetap melanjutkan pekerjaannya.
            “Gak deh Ma, Riska  mau pergi sendiri aja, Riska Mau potong rambut ni Ma. Liat ni, rambut Riska udah jelek banget, udah gak jauh beda sama Tarzan kan Ma?  Yaudah Riska pergi ya Mama sayang. Da Mama..”
            “Iya sayang, Hati – hati ya..!”
            Mama pun melihat Gadis itu pergi dari kejauhan. Dia tau kalau buah hati nya itu selalu ingin tampil cantik dan menarik. Entah apa yang merubah hidupnya. Padahal dulu Riska adalah gadis yang tomboy.
***
            Tibalah dia di Salon Bunda. Diapun langsung masuk dan menemui salah satu pegawai di sana.
            “Mbak, Riska mau potong rambut dong, di buat sebahu aja ya Mbak”
            “ok Riska” sahut pegawai itu dengan sangat ramah.
            Selang beberapa menit, rambut Riska pun telah selesai di potong oleh pegawai tersebut, namun sepertinya pegawai tersebut sedang mengantuk atau berhalusinasi sehingga beliau tak bergitu mengikuti permintaan Riska. Bukan malah memotong rambut gadis itu sebahu, malah dia memotong rambut Riska sesuai keinginanya. Mungkin bagi pegawai itu terlihat cantik, namun tidak bagi Riska, dia malah terlihat aneh dengan rambut barunya. Bagaimana tidak, rambut yang dia inginkan di potong sebahu malah di potong terlalu pendek. Dan lebih anehnya lagi rambutnya di potong panjang pendek, sehingga terlihat seperti ada ekor yang muncul di balik kepala Riska.
           
            “Sudah selesai Dek, silahkan dilihat”
            “Loh mbak, kok jadi begini rambut Riska? Kan tadi Riska bilang sebahu?” jawab gadis itu keheranan sambil memegang rambutnya.
            “Udah gak apa apa dek, cantik kok, beneran deh” kata pegawai salon tersebut sambil meyakinkan Riska

Riska pulang dengan perasaan kecewa. Setidaknya hari ini dia memiliki rambut baru.

***

            “Hey sayang, kenapa rambut kamu? Kenapa ada ekor begitu?  Ekor siapa kamu pakai? Apa kamu beneran ingin berubah jadi Tarzan?” jerit Mamanya keheranan melihat potongan rambut Riska yang tidak seperti biasanya, mamanya tertawa
            “Ah Mama, masak di bilang kayak tarzan sih? Gak loh Ma, kata mbak yang di salon tadi rambut Riska Bagus kok, Mama aja gak ngerti model” sahutnya sambil cemberut, padahal dia berharap Mamanya memuji hasil rambut barunya itu, tapi malah menertawainya.
            “ Bagus dari mana? Dari Hongkong? Trend di mana? Di Jonggol, deket rumah Bang Ocit iya? Pokonya Mama gak mau tau, kamu harus beneri potongan Rambut Kamu itu” Kali ini Mamanya sedikit menaikkan nada bicaranya. Tampaknya beliau tidak rela buah hatinya menjadi aneh dengan tampilannya saat ini.
            “Yaa.. Masak harus balik ke salon lagi sih Ma, udah Sore loh.. Besok aja deh ya. Sayang dong rambutnya kalau harus di potong lagi, ntar jadi pendek banget dong” kali ini riska semakin cemberut, selian malas jika harus bolak balik ke salon, dia juga tak ingin rambutnya semakin pendek.
            “Mama gak peduli, pokoknya Mama gak mau lihat rambut kamu seperti itu ya sayang, besok kamu harus balik ke salon itu lagi, dan benerin rambut kamu itu.”
            “Tapi Ma…”
            “Gak ada tapi tapian ya sayang, pokoknya harus kamu beneri rambut kamu itu. Besok!!”
            “Iya Mama… “ Jawab gadis itu lesu.

***
            Jarum jam berputar sangat lama, sepertinya ia telah lelah menjalankan tugasnya berkeliling sepanjang hari. Entah memang begitu atau hanya karna perasaan Riska sedang kacau. Karna insiden salah potong tersebut, ia malas kemana kemana, mengurung diri di kamar sepertinya menjadi alternatif terbaik untuk menyembunyikan keanehan kepalanya itu. Rasanya ia tak ingin seorang pun melihatnya, bahkan mungkin jika ada seekor cicak yang tak sengaja melihat rambutnya saat itu, gadis itu akan segeera membunuhnya supaya cicak itu tidak memberitahukan tentang keanehan rambutnya.
***
Malam yang panjang telah berhasil dia lewati. Pagi ini rasa malasnya malah lebih memuncak dari hari kemarin. Cermin dan sisir yang biasa jadi sahabat nya malah seolah menjadi musuhnya hari ini. Ya sampai dia memotong kembali rambut barunya itu.
“Ma.. Riska pergi ya. Mau ke rumah temen, kayaknya pulang agak sore ni Ma, gak apa apa kan?”
“Ya sayang” sahut Mama. Mama yang sepertinya masih sebel  dengan rambut baru Riska seolah membiarkan anak tercintanya pergi menunjukkan keanehannya.
***
            Kali ini ternyata Riska berbohong. Bukannya ingin menemui temannya, dia malah pergi ke salon lagi. Tapi bukan lagi salon Bunda. Entah karna insiden kemaren atau karna malas berurusah dengan pegawai yang membuat nya sekarang menjadi aneh atau karna jaraknya yang cukup jauh dari rumahnya. Hanya dia dan isi tuhan lah yang mengerti alasannya.
            Saskia Salon. Salon ini lah yang beruntung menjadi pelariannya hari ini. Bagaimana tidak jika dia berhasil menghilangkan keanehannya, maka salon inilah yang sangat berjasa dalam hidupnya hari ini. Dan mungkin jasanya akan di ingat selalu oleh Riska sebagaimana ia mengingat jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
            “Permisi Mbak, Saya mau potong rambut dong” sapa gadis itu kepada salah satu pegawai yang masih asing baginya.
            “Iya Dek, mau di potong model apa?” jawab pegawai tersebut dengan ramah dan senyuman manis lebih manis dari setetes madu dan sekilo gula putih dan pastinya tak kalah ramah dari pegawai salon langgananya.
            “ gimana baiknya menurut mbak aja deh, yang penting jangan kependekan, jangan ada ekornya kayak gini, saya pasrah aja deh mbak” jawabnya seadanya, namun malah seakan akan dia mencurahkan isi hatinya atas insiden kemaren.
            “ok deh kalau begitu, kita rapikan saja rambunya ya, yasudah silahkan duduk Mbak”
***
Menit menit yang menengakan telah usai. Degupan jantung Riska berdetak dengan cepat, sepertinya jantung itu akan copot dari tempatnya. Dan mungkin akan berpindah ke depan cermin, ya cermin dimana Riska sekarang berdiri untuk melihat hasil potongan rambutnya saat ini. Sepertinya tak mengecewakan.
            Tanpa banyak bicara, dan tak banyak komentar, karna dia tak ingin seperti juri di Dangdut Academy Indosiar, dia pun bergegas menginggalkan tempat itu.
***
            “Mama… liat ni rambut aku, udah bagus kan,, jangan di marahi lagi ya Ma.”
            “ Nah,, gitu kan cantik, tapi kayaknya Mama gak bia bilang kamu Putri Aurora lagi deh, kali ini kamu lebih mirip dengan Putri Salju. Gak penting ahh, yg penting sekarang rambut kamu udah bagus udah gak aneh lagi” seru Mama sambil memeluk anak tercintanya itu.
            Gadis itu pun tampak bahagia. Bukan hanya karna pelukan Mama tercintanya, tapi karna dia telah terbebas dari rambutnya yang aneh itu. Sekarang dia tak perlu lagi mengurung diri di dalam kamar seperti yang ia lakukan kemaren. Hari ini dan seterusnya dia telah terlepas dari kutukan rambut aneh tersebut. Insiden salah potong telah membuatnya harus bolak balik ke salon dan harus mengurung diri. Huufft.. sangat melelahkan bukan??

The end