Atlet sepak Bola
- FIRMAN UTINA

Firman
Utina dilahirkan di kampung Komo Luar, Manado 28 tahun silam. Ia adalah kapten
baru tim nasional Indonesia setelah Bambang Pamungkas sering dibangku cadangkan
oleh pelatih Alfred Riedl.
Firman
Utina memulai karir sepakbolanya di klub Indonesia Muda yang berada di daerah
asalnya Manado. Selama beberapa tahun ia ditempa di sekolah sepakbola itu, ia
kemudian hijrah ke klub amatir Bina Taruna, setelah usianya melewati batas yang
dibolehkan di sekolah sepakbola. Keuletannya untuk terus rajin berlatih membuat
dia mampu terus memperbaiki penampilannya. Hanya tiga tahun bersama klub amatir
tersebut, ia direkrut Persma Junior, salah satu tim semi-profesional yang ada
di daerahnya saat itu.
Proses
masuk ke Persma Junior terbilang unik. Hal itu karena ia tidak melalui
mekanisme seleksi layaknya pemain lain. Sebab ia direkrut setelah mampu
mencetak 12 gol dalam satu pertandingan pada turnamen klub lokal di Manado.
Torehan gol yang mencengangkan itu sampai ke kuping pelatih Persma Manado saat
itu, Benny Dollo. Penasaran dengan sukses salah satu striker lokal yang mampu
mencetak gol selusin dalam satu laga, pelatih yang akrab di sapa Bendol
tersebut langsung memerintahkan anggotanya menjemput Firman, dan mengajaknya
masuk Persma. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tak ragu, ia langsung menerima
pinangan untuk bergabung ke Persma.
Terus
ditempa dibawah pelatih Benny Dollo, ia pun menunjukan progres meningkat. Hal
tersebut membuat pelatih berjulukan Bendol tersebut tidak ragu
mengikutkannya di mana pun ia menjadi arsitek tim, sehingga membuat banyak
orang menyebut Firman adalah “anak emas” pelatih timnas Indonesia itu. Meskipun
Firman tidak merasa demikian, namun hal ini sepertinya ada benarnya. Bahkan
ketika Benny Dollo melatih tim nasional Indonesia, Firman selalu dipanggil
menjadi pemain inti. Namun untungnya hal tersebut tidak membuat pemain
bertinggi badan 165 cm ini besar kepala. Firman hanya mengakui ada simbiosis
tersendiri yang saling melengkapi antara dirinya dan Bendol.
- BAMBANG PAMUNGKAS
Bambang Pamungkas (lahir
di Salatiga, Jawa Tengah, 10 Juni 1980; umur 30 tahun) adalah seorang
pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untukPersija Jakarta di Indonesia Super League dan pernah mewakili negara dalamtimnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi
sebagai penyerang.
Meskipun tidak terlalu tinggi (168
cm), Bambang mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Salah
satu pemain yang dikaguminya adalah rekannya dalam tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto.
Saat masih bermain dalam tim
remaja Jawa Tengah, ia
pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja.
Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.
Penampilan pertama Bambang
bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999dalam pertandingan persahabatan
melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru
berusia 18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang
berakhir seri 2-2.

- Oktovianus Maniani

Nama Lengkap :
Oktovianus Maniani
Tempat Lahir :
Jayapura
Tanggal Lahir :
27 Oktober 1990 (24 Tahun)
Kebangsaan :
Indonesia
Posisi :
Penyerang
No Punggung :
87
Tinggi :
162 cm
Oktavianus Maniani adalah seorang
pemain sepak bola yang berasal dari Papua, lahir pada tanggal 27 Oktober 1990.
Dia pernah bergabung dengan PSMS Medan pada tahun 2008- 2009. Pada putaran 2
ISL 2009-2010, dia bergabung ke klub Persitara Jakarta Utara. Dia memiliki
kelebihan yaitu kecepatan dan target shot yang pas dari tendangan jauh. Pada
ISL tahun 2010-2011, ia dipinang oleh klub Sriwijaya FC yang dilatih oleh Ivan
Kolev. Saat ini ia tergabung dalam Indonesia untuk persiapan piala AFF 2010
dibawah asuhan Alfred Riedl. Di timnas senior ia sudah membukukan 2 gol dari
tiga penampilan, masing-masing gol ia persembahkan saat bersua Maladewa dan
Timor Leste.
Prestasi Internasional:
* 12 Oktober 2010 : Indonesia vs Maladewa
* 21 November 2010 : Indonesia vs Timor Leste
* 4 Desember 2010 : Indonesia vs Laos
Prestasi Internasional:
* 12 Oktober 2010 : Indonesia vs Maladewa
* 21 November 2010 : Indonesia vs Timor Leste
* 4 Desember 2010 : Indonesia vs Laos
Atlet Renang
Ahmad Rijali

Ahmad Rijali (lahir di Balangan, Kalimantan Selatan, 2 Desember 1989; umur 24
tahun) adalah atlet renang Paralimpiade Indonesia asal Kalimantan Selatan. Ia berhasil mengharumkan Indonesia
dengan meraih 1 medali perak dan 2 medali perunggu dalam ajang Asean PARA Games 2014 atau Pesta Olahraga Difabel
Asia Tenggara 2013 di Nay Pyi Taw, Myanmar.[1]
Tinggal di kampung kawasan lereng Pegunungan Meratus, Ahmad Rijali yang oleh warga
kampung di panggil Utung tersebut mencoba bertahan hidup dalam kondisi miskin.
Utung sejak kecil memang sudah yatim, ibunya Siti Jubaidah meninggal dunia,
sementara ayahnya Aspiani (60 tahun) seorang buruh sadap karet dengan kondisi
miskin tak mampu membuat anak-anaknya sejahtera. Dengan kondisi miskin Utung
anak ketiga dari empat bersaudara hanya mampu bersekolah hingga lulus Sekolah
Dasar (SD), hatinya ingin sekali sekolah ke lanjutan lebih tinggi tapi apa daya
tak punya biaya.
Hari demi hari dilalui Utung dengan
kehidupan seadanya, guna menopang kehidupannya, ia mencoba bekerja dengan
memancing ikan, atau menangkap ikan dengan cara “menyumpit.” Menyumpit yakni
menangkap ikan dengan cara berenang di air deras atau menyelam untuk menangkap
ikan dengan dibantu alat atau senjata yang disebut sumpit. Ia pun terlihat
berenang ke sana kemari di Sungai Pitap, anak Sungai Balangan yang
berair deras dan berhulu ke Pegunungan Meratus.
Melihat kebiasanya berenang itulah
yang kemudian diketahui oleh seorang pengurus organisasi atlet cacat Kabupaten
Balangan, dokter Ferry. Oleh dokter Ferry Utung diajak untuk bergabung dengan
atlet cacat se Kabupaten Balangan, lalu dilatih berenang di
kolam renang Tanjung Kabupaten Tabalong, tetangga Kabupatan Balangan.
Melalui latihan itulah kemudian Utung diikutkan dalam kejuaraan daerah atlet
Cacat se Kalsel di Kotabaru, dan berhasil berprestasi meraih medali.
Atas prestasi demikian oleh dokter
Ferry, Utung diikutkan dengan kelompok atlet cacat yang tergabung dalam
National Paralympic Committee (NPC), lalu latihan selama tujuh bulan di kolam
renang Jebres dan Manahan Solo Jawa Tengah. Selama di Solo Utung bersama puluhan atlet
renang yang juga cacat fisik memperoleh bimbingan empat pelatih, Devi, Ratih,
Handoko dan Gatot.
Setelah dinilai handal, Utung
kemudian diikutkan dalam arena Para Games di Kota Solo tahun 2011. Dalam Kejuaraan
yang dibuka Wakil Presiden Boediono yang diikuti sebelas negara Asean itu, Utung
berhasil meraih medali perunggu di nomor renang 50 meter gaya punggung kelas
s8, katu tempuh 41.11 detik. Sementara peraih emas diraih atlet Vietnam dengan
waktu 39.10 dan peraih perak direbut atlet Thailand,
Wongnongth Aphum Paibun waktu 40.91 detik.
Utung bersama 10 atlet renang
lainnya terus melakukan latihan intensif, lantaran ia oleh KONI Kalsel dipilih
untuk mewakili daerah ini ke Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) XIV tahun
2012. Peparnas XIV tahun 2012 diselenggarakan dua minggu setelah selesai
pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) atau tepatnya pada tanggal 7 s/d 12
Oktober 2012 juga di Pekanbaru, Riau. Ia tak ingin gagal lagi, seperti Pra Games dan ingin
meraih medali
emas.
Atlet Lompat Jauh
Profil Maria Londa Natalia
Name : LONDA Maria Natalia
NOC : INA - Indonesia
Date of Birth : 29 OCT 1990
Gender : Female
Height : 163 cm
Weight : 57 kg
Discipline: Athletics
Athletics
Date : 29 SEP 2014
Time : 19:00
Event : Women's Long Jump Final
Phase : Final
Results :
1. Rank : 1
2. Time : 6.55
3. Records : =PB
Maria Natalia Londa tak pernah berpikir menekuni dunia
atletik, terutama lompat jangkit dan lompat jauh. Maria kecil hanya suka
menyaksikan I Ketut Pageh berlatih bersama anak asuhnya di sebuah lapangan di
Denpasar, Bali.
Sering bertemu itu, I Ketut Pageh mulai membujuk rayu Maria untuk menekuni dunia atletik. Sekali lagi, ketertarikan itu belum terlintas dipikiran Maria. Namun, pelatih yang sudah malang melintang di dunia atletik itu tidak menyerah. Rayuan kembali dia layangkan untuk Maria. Dan, Maria pun luluh.
Aksi coba-coba dilakukan Maria. Anehnya, terjun di dunia atletik, Maria tidak suka berlari, karenanya dia tidak berminat menjadi atlet nomor lari. Dia pun mulai melirik nomor lompat. “Satu hal yang membuat saya lebih memilih nomor lompatan, karena saya tidak suka berlari,” kata Maria membuka rahasia kecilnya saat berbincang dengan Koran Jakarta, Kamis (18/12).
Ya, atlet kelahiran Denpasar, 29 Oktober 1990 tidak suka lari. Dia kerap menghindari untuk berlari meski dipaksa pelatihnya. Cara paling jitu agar pelari tidak menyuruhnya berlari, Maria mengajak serta pelatihnya untuk merasakan berlari melintasi jalanan.
Sering bertemu itu, I Ketut Pageh mulai membujuk rayu Maria untuk menekuni dunia atletik. Sekali lagi, ketertarikan itu belum terlintas dipikiran Maria. Namun, pelatih yang sudah malang melintang di dunia atletik itu tidak menyerah. Rayuan kembali dia layangkan untuk Maria. Dan, Maria pun luluh.
Aksi coba-coba dilakukan Maria. Anehnya, terjun di dunia atletik, Maria tidak suka berlari, karenanya dia tidak berminat menjadi atlet nomor lari. Dia pun mulai melirik nomor lompat. “Satu hal yang membuat saya lebih memilih nomor lompatan, karena saya tidak suka berlari,” kata Maria membuka rahasia kecilnya saat berbincang dengan Koran Jakarta, Kamis (18/12).
Ya, atlet kelahiran Denpasar, 29 Oktober 1990 tidak suka lari. Dia kerap menghindari untuk berlari meski dipaksa pelatihnya. Cara paling jitu agar pelari tidak menyuruhnya berlari, Maria mengajak serta pelatihnya untuk merasakan berlari melintasi jalanan.
Atlet
Lompat Tinggi
Nadia Anggraini

Atlet lompat tinggi DKI Jakarta Nadia Anggraini memecahkan
rekor nasional dengan tinggi lompatan 1,70 meter dalam Kejuaraan Nasional
Atletik Junior dan Remaja 2013 di Stadion Madya Senayan Jakarta.
"Rasanya senang dan tidak menduga bisa memecahkan rekor 25 tahun lalu," kata Nadia di Stadion Madya Senayan Jakarta, Jumat (5-4). Tinggi lompatan Nadia hanya terpaut 0,01 meter dari rekor sebelumnya, atas nama Nini Patriona, berasal dari Jakarta pada 20 September 1988. Pada saat itu, Nini mencatatkan rekor lompatan setinggi 1,69 meter.
Nadia mengaku tidak ada persiapan khusus yang dijalaninya menjelang kejurnas tersebut. Namun, kunci suksesnya adalah fokus dalam berlatih pagi dan sore hari. "Saya latihan saja pagi dan sore hari, tidak ada latihan intensif hanya program dikurangi menjelang kejurnas," katanya.
Dia mengaku sejak awal memiliki target untuk meraih medali emas dan memecahkan rekor. Menurut dia, pelatih yang menanganinya juga memberikan dukungan untuk targetnya tersebut. Kejurnas Atletik Junior dan Remaja 2013 berlangsung pada 3-6 April 2013 yang diikuti 566 atlet berasal dari 29 provinsi dengan mempertandingkan 78 nomor.
Selain itu, ada tambahan khusus nomor 60 meter dan estafet 8x50 meter untuk sekolah dasar. Sebanyak 29 provinsi tersebut, yaitu Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, Yogyakarta, Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Selain itu, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
"Rasanya senang dan tidak menduga bisa memecahkan rekor 25 tahun lalu," kata Nadia di Stadion Madya Senayan Jakarta, Jumat (5-4). Tinggi lompatan Nadia hanya terpaut 0,01 meter dari rekor sebelumnya, atas nama Nini Patriona, berasal dari Jakarta pada 20 September 1988. Pada saat itu, Nini mencatatkan rekor lompatan setinggi 1,69 meter.
Nadia mengaku tidak ada persiapan khusus yang dijalaninya menjelang kejurnas tersebut. Namun, kunci suksesnya adalah fokus dalam berlatih pagi dan sore hari. "Saya latihan saja pagi dan sore hari, tidak ada latihan intensif hanya program dikurangi menjelang kejurnas," katanya.
Dia mengaku sejak awal memiliki target untuk meraih medali emas dan memecahkan rekor. Menurut dia, pelatih yang menanganinya juga memberikan dukungan untuk targetnya tersebut. Kejurnas Atletik Junior dan Remaja 2013 berlangsung pada 3-6 April 2013 yang diikuti 566 atlet berasal dari 29 provinsi dengan mempertandingkan 78 nomor.
Selain itu, ada tambahan khusus nomor 60 meter dan estafet 8x50 meter untuk sekolah dasar. Sebanyak 29 provinsi tersebut, yaitu Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, Yogyakarta, Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Selain itu, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Atlet Bulu Tangkis
Tunggal
Putra
Taufik Hidayat

Nama Lengkap : Taufik Hidayat
Alias : No Alias
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Bandung, Jawa Barat
Tanggal Lahir : Senin, 10 Agustus 1981
Zodiac : Leo
Hobby : Sepakbola
Warga Negara : Indonesia
Anak : Nayutama Prawira Hidayat, Natarina Alika Hidayat
Ayah : Aris Haris
Ibu : Enok Dartilah
Istri : Ami Gumelar
BIOGRAFI
Taufik Hidayat adalah pemain bulu
tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik
Bandung. Pada Olimpiade Athena 2004, putra pasangan Aris Haris dan Enok
Dartilah ini berhasil meraih medali emas dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari
Korea Selatan. Selain itu, Taufik juga menyandang gelar juara tunggal putra
Asian Games (2002, 2006). Enam kali menjuarai Indonesia Terbuka, yaitu tahun
1999, 2000, 2002, 2003, 2004 dan 2006. Ditambah lagi menjuarai Piala Thomas
(2000, 2002, 2004 dan 2006) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003 dan 2005).
Di luar karier bulu tangkis, Taufik juga dikenal sebagai pria playboy yang sering berganti pacar. Sebut saja artis Nola AB Theere, Deswita Maharani, dan Linda Rahman, yang pernah memiliki hubungan asmara dengan Taufik. Bahkan seorang perempuan bernama Fanny mengaku telah melahirkan anak dari hubungannya dengan Taufik saat masih sekolah dahulu. Bayi yang diperkirakan hubungan mereka berdua itu diberi nama Excel Revian Agachie. Pemain bulu tangkis asal Bandung ini kemudian menikah dengan Ami Gumelar, putri dari Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai seorang putri dan seorang putra.
Pada 30 Januari 2009, Taufik mundur dari Pelatnas dan menjadi pemain bulu tangkis profesional. Ia kemudian menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga. Ia juga menyampaikan rencananya untuk membangun Taufik Hidayat Arena, sebuah kompleks olahraga di Kelapa Dua, Ciracas, Jakarta Timur, Jakarta Timur, yang ditetapkan untuk dimulai pembangunannya sampai tiga tahun ke depan.
Di luar karier bulu tangkis, Taufik juga dikenal sebagai pria playboy yang sering berganti pacar. Sebut saja artis Nola AB Theere, Deswita Maharani, dan Linda Rahman, yang pernah memiliki hubungan asmara dengan Taufik. Bahkan seorang perempuan bernama Fanny mengaku telah melahirkan anak dari hubungannya dengan Taufik saat masih sekolah dahulu. Bayi yang diperkirakan hubungan mereka berdua itu diberi nama Excel Revian Agachie. Pemain bulu tangkis asal Bandung ini kemudian menikah dengan Ami Gumelar, putri dari Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai seorang putri dan seorang putra.
Pada 30 Januari 2009, Taufik mundur dari Pelatnas dan menjadi pemain bulu tangkis profesional. Ia kemudian menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga. Ia juga menyampaikan rencananya untuk membangun Taufik Hidayat Arena, sebuah kompleks olahraga di Kelapa Dua, Ciracas, Jakarta Timur, Jakarta Timur, yang ditetapkan untuk dimulai pembangunannya sampai tiga tahun ke depan.
Tunggal
Putri
Lilyana
Natsir

Nama Lengkap : Lilyana Natsir
Profesi : -
Agama : Katolik
Tempat Lahir : Manado
Tanggal Lahir : Senin, 9
September 1985
Zodiac : Virgo
Hobby : Musik
Warga Negara : Indonesia
BIOGRAFI
Lilyana Natsir adalah pemain bulu
tangkis ganda Indonesia yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad dalam nomor ganda
campuran dan Vita Marissa dalam nomor ganda putri. Dalam ranking dunia, ia dan
Tontowi merupakan pemain ganda campuran peringkat ke-4 terbaik dunia
berdasarkan BWF (Badminton World Federation).
Di usia 12, Lilyana meninggalkan sekolah dan rumahnya untuk bergabung ke klub PB Tangkas di Jakarta. Kemudian ia dipanggil masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 2002. Setiap hari selama tujuh jam, perempuan yang akrab disapa Butet ini berlatih keras di hall bulu tangkis Cipayung, sehingga ia berhasil mencatatkan prestasi demi prestasi.
Sebelum dipasangkan bersama Tontowi, Lilyana sempat berpasangan dengan Nova Widianto. Lilyana/Nova berlaga dalam perebutan Piala Uber (2004 dan 2008), Piala Sudirman (2003 dan 2005), serta merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008.
Setelah menjuarai Macau Open 2011 bersama Tontowi awal Desember 2011 lalu, Lilyana dan Tontowi juga akan melanjutkan aksinya di Kejuaraan Dunia yang di gelar dari tanggal 14-18 Desember 2011 di Cina. Selain itu, anak bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis ini juga tampil di Olimpiade London 2012.
Di usia 12, Lilyana meninggalkan sekolah dan rumahnya untuk bergabung ke klub PB Tangkas di Jakarta. Kemudian ia dipanggil masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 2002. Setiap hari selama tujuh jam, perempuan yang akrab disapa Butet ini berlatih keras di hall bulu tangkis Cipayung, sehingga ia berhasil mencatatkan prestasi demi prestasi.
Sebelum dipasangkan bersama Tontowi, Lilyana sempat berpasangan dengan Nova Widianto. Lilyana/Nova berlaga dalam perebutan Piala Uber (2004 dan 2008), Piala Sudirman (2003 dan 2005), serta merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008.
Setelah menjuarai Macau Open 2011 bersama Tontowi awal Desember 2011 lalu, Lilyana dan Tontowi juga akan melanjutkan aksinya di Kejuaraan Dunia yang di gelar dari tanggal 14-18 Desember 2011 di Cina. Selain itu, anak bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis ini juga tampil di Olimpiade London 2012.
Ia berkeinginan agar dapat merebut
juara di ganda putri maupun ganda campuran dan mempersembahkan medali emas bagi
Indonesia. Lilyana mempersiapkan segala sesuatu mulai sekarang, seperti
latihan, kondisi fisik sampai teknik-teknik permainan.
Liliyana dan Tontowi meraih gelar juara dunia nomor ganda campuran dalam kejuaraan dunia bulutangkis pada final di Guangzhou, China Pada 11 Agustus 2013. Keduanya berhasil mengalahkan pasangan asal China yang juga pemain ganda campuran no. 1 dunia. Gelar juara dunia ini adalah yang ketiga kalinya bagi Lilyana, sebab pada 2005 dan 2007 ia meraih gelar yang sama namun berpasangan dengan Nova Widianto.
Liliyana dan Tontowi meraih gelar juara dunia nomor ganda campuran dalam kejuaraan dunia bulutangkis pada final di Guangzhou, China Pada 11 Agustus 2013. Keduanya berhasil mengalahkan pasangan asal China yang juga pemain ganda campuran no. 1 dunia. Gelar juara dunia ini adalah yang ketiga kalinya bagi Lilyana, sebab pada 2005 dan 2007 ia meraih gelar yang sama namun berpasangan dengan Nova Widianto.
Ganda Putra
Rian Agung & Angga Pratama

Rian Agung & Angga Pratama
Berikut ini biodata mereka berdua :
Nama : Rian Agung Saputro
TTL : Karanganyar, 25 Juli 1990
Agama : Islam
Profesi : Atlet Bulu tangkis
Posisi bermain : Ganda Putra
(bersama Angga Pratama)
Pegangan Tangan : Kanan
Asal Negara : Indonesia
Asal Klub : Jayaraya Suryanaga
Nama : Angga Pratama
Tanggal Lahir : 5 Desember 1991
Profesi : Atlet Bulu tangkis
Posisi bermain : Ganda Putra
(bersama Rian Agung Saputro)
Pegangan Tangan : Kanan
Asal Negara : Indonesia
Asal Klub : Jayaraja Jakarta
Ryan Agung
/ Angga Pratama ini merupakan pasangan ganda Putra Muda yang dimiliki Indonesia
saat ini dan kemungkinan besar akan menjadi ganda tumpuan Indonesia untuk
memperoleh mendali emas di berbagai ajang Bulu tangkis Internasional pada masa
mendatang, pasalnya ganda putra ini termasuk atlet bulu tangkis yang cukup
berprestasi saat ini meskipun usianya yang masih muda. Usia Rian saat ini akan
menginjak 22 tahun pada bulan Juni nanti (2012) dan usia Angga akan menginjak
21 tahun pada bulan Desember nanti (2012). Pasangan Ganda Putra Indonesia ini
sering sekali membuat kontroversial. Wah kok kontroversial ? . Maksudnya
kontroversial itu karena mereka selalu membuat kejutan - kejutan dalam
pertandingan bulu tangkis yang mereka ikuti, bahkan jika mereka sedang bermain
di arena tidak ada yang bia menebak hasilnya. Seperti pada Gelaran Turnamen
bulutangkis yang bergengsi Indonesia Open Premier Super Series (IOPSS) 2011
yang saat itu merupakan ajang Super series berhadiah terbesar ke 2 setelah
Korea Selatan, pada Babak ke-3 saat Angga/Rian yang tidak diunggulkan sama
sekali di turnamen itu berhadapan dengan ganda unggulan dari KORSEL Lee Yong
Dae/Jung J.S yang juga diunggulkan di tempat ke 2 diturnamen itu. Saat
pertandingan itu akan berlangsung mungkin para penonton akan mengatakan bahwa
yang menang pasti ganda korea, tapi saat itu Angga/Rian benar-benar mengejutkan
banyak pihak yang menonton, Angga/Rian dapat mengalahkan ganda Korea itu dengan
2 game langsung dengan skor 21-17, 21-17. Sungguh pasangan ganda yang
kontroversial. Kejutan yang mereka berikan bukan hanya itu, saat gelaran
turnamen Axiata Cup 2012 disiarkan langsung oleh ANTV yang saat ini sedang
memasuki partai final All Indonesia (Indonesia Rajawali Vs Indonesia Garuda).
Lagi-lagi kali ini Angga/Ryan yang juga memperkuat tim Indonesia rajawali
membuat kejutan dengan berhasil menyumbangkan satu poin pada pertandingan
Quarter Final leg ke-2 melawan Malaysia Tigers dengan mengalahkan Koo Kean
Keat/Tan Boon Heong yang merupakan ganda Utama Malaysia yaitu dengan skor
10-21, 21-18, 21-13. Angga/Rian juga merupakan pemain ganda yang pantang
menyerah, terbukti saat gelaran Australia GPG 2012 pada Quarter Final mereka
bertemu lagi dengan pasangan ganda unggulan dari Jepang Hirokatsu
Hashimoto-Noriyasu Hirata yang mengalahkan mereka di turnamen Swiss GPG 2012.
Setelah mengetahui bahwa di Quarter Final mereka akan melawan ganda Jepang itu,
mereka meluapkan emosi saat kalah di Swiss dan berjanji akan mengalahkannya di
Quarter Final esok. Dan ternyata ucapan Angga/Rian tak main-main, keesokan
harinya pada babak Quarter Final Australia GPG 2012 mereka dapat mengalahkan
ganda Unggulan Jepang yang juga diunggulkan ditempat ke-2 pada turnamen itu
Hirokatsu Hashimoto-Noriyasu Hirata, dengan skor 19-21, 21-17, 21-19. Kejutan
lagi ya. Masih banyak lagi kejutan yang diberikan oleh pasangan ganda muda ini,
yang pasti mereka sangat bisa diandalkan untuk menjadi pemain ganda masa depan
Bulu Tangkis Indonesia.Usia mereka juga lagi saat-saatnya On Fire bagi pemain
bulu tangkiskan jadi ayo raih prestasi yang banyak!
Ganda Putri
Greysia Polii

Greysia Polii (lahir di Jakarta, 11 Agustus 1987; umur 27 tahun; sering dipanggil dengan nama Grace)
adalah salah satu pemain bulu tangkis ganda Indonesia. Pada ganda putri putri pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi
ini biasa berpasangan dengan Jo Novita di berbagai ajang. Ia mulai ikut di tim Piala Uber Indonesia
sejak tahun 2004 dan juga tahun 2008. Pada pertengahan tahun 2008, ia mulai berpasangan
dengan Nitya
Krishinda Maheswari karena usia Jo Novita yang tidak muda lagi dan tidak bisa
diharapkan membangkitkan prestasi di sektor ganda putri dengan Greysia Polii
lagi. Di awal tahun 2009 prestasi Greysia Polii dengan Nitya belum menunjukkan
prestasi, apalagi dengan hengkangnya Vita Marissa dari pelatnas,
maka pelatnas membutuhkan kekuatan di sektor ganda putri. Apalagi tahun ini
diselengarakan Sudirman Cup di Guangzhou, Cina. Pada saat mengikuti turnamen Singapura Terbuka, Grace
menunjukkan banyak peningkatan, yang tak diduga sebelumnya ia melaju sampai
Perempat final dan mengalahkan peman No. 1 dunia Wong
Pei Tty/Chin
Eei Hui dari Malaysia. Ia pun lolos ke final setelah mengalahkan ganda putri
No. 9 dunia Lena Frier Kristiansen/Kamilla Rytter Juhl dari Denmark, tapi kejutan itu tidak berlanjut di Final karena ia
tumbang ditangan pemain Cina yang sebelumnya pernah mengalahkan
Greysia/Nitya di All England, yaitu Zhang
Yawen/Zhao
Tingting.Indonesia akhirnya bisa memiliki ganda putri kelas dunia setelah
berakhirnya ganda putri Vita Marissa/Lilyana Natsir, mendampingi Shendy Puspa
Irawati/Meiliana Jauhari.
Greysia/Meiliana sekarang masuk dalam pemain 10 besar dunia.Pada Januari
2013,Grace dipasangkan dengan Anggia Shitta
Awanda,Runner Up WJC
2011 di sektor Ganda Putri,Grace/Anggia berhasil menembus Babak Kedua All
England.Pada Mei 2013,Grace kembali dipasangkan dengan mantan pasangannya,Nitya
Krishinda Maheswari,Pasangan ini tampil menggebrak dengan langsung juara di turnamen
pertamanya,SGC Thailand Open GP Gold,menembus Perempatfinal Djarum Indonesia
Open Superseries Premier dan Semifinal Singapore Open Superseries.
Nitya
Krishinda Maheswari

Nama Lengkap : Nitya Krishinda
Maheswari
Profesi : -
Tempat Lahir : Blitar, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Jumat, 16 Desember
1988
Zodiac : Sagittarius
Warga Negara : Indonesia
BIOGRAFI
Nitya Krishinda Maheswari adalah
salah satu pemain bulu tangkis Indonesia untuk kelas ganda putri. Pasangan
bermainnya di ganda putri antara lain adalah Gresia Polii, Shendi Puspa
Irawati, dan yang terakhir bersama Anneke Feinya Agustin.
Pemain bulu tangkis yang mengidolakan seniornya Vita Marissa ini hanya mampu menjadi semifinalis untuk Denmark Open Super Series 2008, Piala Sudirman Indonesia 2009, Yonex Open Japan Super Series 2009, dan Yonex French Super Series 2009 ketika berpasangan dengan Greysia Polii. Meskipun demikian, pasangan Nitya/Polii merupakan pasangan ganda putri terbaik ke-8 di dunia per Januari 2010. Sementara ketika berpasangan dengan Feinya, Nitya malah berada di posisi ke-19 menurut Badminton World Federation.
Laga terakhir yang diikuti oleh Anneke Feinya dan Nitya adalah Korea Grand Prix Gold 2011. Setelah menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos masuk ke semi final, langkah mereka harus terhenti karena ditaklukkan oleh pasangan ganda putri dari Singapura, Shinta Mulia Sari/Lei Yao. Bagi Anneke/Nitya, kekalahan ini menjadi yang pertama mereka dari pasangan Shinta/Lei. Sebelumnya dalam tiga kali pertemuan di tahun ini, Anneke/Nitya selalu berhasil mengalahkan lawannya itu.
Pemain bulu tangkis yang mengidolakan seniornya Vita Marissa ini hanya mampu menjadi semifinalis untuk Denmark Open Super Series 2008, Piala Sudirman Indonesia 2009, Yonex Open Japan Super Series 2009, dan Yonex French Super Series 2009 ketika berpasangan dengan Greysia Polii. Meskipun demikian, pasangan Nitya/Polii merupakan pasangan ganda putri terbaik ke-8 di dunia per Januari 2010. Sementara ketika berpasangan dengan Feinya, Nitya malah berada di posisi ke-19 menurut Badminton World Federation.
Laga terakhir yang diikuti oleh Anneke Feinya dan Nitya adalah Korea Grand Prix Gold 2011. Setelah menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos masuk ke semi final, langkah mereka harus terhenti karena ditaklukkan oleh pasangan ganda putri dari Singapura, Shinta Mulia Sari/Lei Yao. Bagi Anneke/Nitya, kekalahan ini menjadi yang pertama mereka dari pasangan Shinta/Lei. Sebelumnya dalam tiga kali pertemuan di tahun ini, Anneke/Nitya selalu berhasil mengalahkan lawannya itu.
KARIR
- Atlet Bulutangkis
PENGHARGAAN
- 2008:
- Semi final Denmark Open Super Series 2008 (bersama Greysia Polii)
- 2009:
- Semi final Tim Piala Sudirman Indonesia 2009
- Runner-Up Aviva Singapore Super Series 2009 (bersama Greysia Polii)
- Semi final Yonex Open Japan Super Series 2009 (bersama Greysia Polii)
- Semi final Yonex French Super Series 2009 (bersama Greysia Polii)
- 2010:
- Perempat final Li-Ning Singapore Open Super Series (bersama Shendy Puspa Irawati)
- Semi final Vietnam Grand Prix (bersama Shendy Puspa Irawati)
- 2011:
- Perempat Final Yonex-Sunrise Malaysia Open Grand Prix Gold (bersama Anneke Feinya Agustin)
- Perempat final SCG Thailand Open Grand Prix Gold (bersama Anneke Feinya Agustin)
- Juara Yonex Sunrise Vietnam Grand Prix Open 2011 (bersama Anneke Feinya Agustin)
- Semi final Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011 (bersama Anneke Feinya Agustin)
- Perempat final Yonex Denmark Open (bersama Anneke Feinya Agustin)
- Runner-up kategori beregu putri SEA Games XXVI 2011 (bersama Anneke Feinya Agustin)
- Juara ganda putri kategori individual SEA Games XXVI 2011 bersama Anneke Feinya Agustin mengalahkan pasangan Nadya Melati/Vita Marissa
- Semi final Korea Grand Prix Gold 2011 (bersama Anneke Feinya Agustin)
Campuran
Praveen Jordan

Praveen Jordan (lahir
di Bontang, 26 April 1993; umur 21 tahun) adalah salah satu pemain bulu
tangkis Ganda Putra Indonesia berpasangan dengan Didit
Juang Indrianto, dan
Ganda Campuran bersama Vita Marissa. Bersama Vita, Praveen mendapatkan banyak
pengalaman bermain di level dunia. Baru berpasangan pada awal tahun 2013, kini
Praveen bersama Vita sudah mengoleksi dua gelar di Selandia Baru Terbuka dan
Malaysia GPG. Namun kini Praveen Jordan dipasangkan dengan Debby Susanto.
Prestasi
Ganda Putra
- 2012
- Semifinal Ciputra Hanoi Vietnam International Challenge 2012 (bersama Didit Juang Indrianto)
- Perempat final Indonesia Open Grand Prix Gold Badminton 2012 (bersama Didit Juang Indrianto)
- 2013
- Juara Prim-A Indonesia International Challenge 2013 (bersama Didit Juang Indrianto)
Ganda Campuran
- 2011
- Medali Perunggu Kejuaraan Asia Junior (bersama Tiara Rosalia Nuraidah)
- 2013
- Semifinalis MayBank Malaysia Open Super Series 2013 (bersama Vita Marissa)
- Juara SkyCity New Zealand Open Grand Prix 2013 (bersama Vita Marissa)
- Juara Yonex-Sunrise Malaysia Open Grand Prix Gold 2013 (bersama Vita Marissa)
- Semifinalis Li-Ning Singapore Open Super Series 2013 (bersama Vita Marissa)
- Juara Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 (bersama Vita Marissa)
Debby Susanto
Debby Susanto (lahir di Palembang, 3 Mei 1989; umur 25 tahun) adalah salah satu pemain bulu
tangkis Ganda Campuran Indonesia yang berpasangan dengan Muhammad Rijal. Tournament Pertama yang Ia ikuti untuk mewakili Indonesia yaitu World Junior Championship 2006 di Korea. Pertandingan yang paling mengesankan bagi Ia yaitu German Junior 2007,
kerena untuk pertama kalinya, Ia mendapat gelar tertinggi. Penggemar Fu Haifeng ini
bercita - cita menjadi rangking 1 dunia.
Prestasi
Ganda Campuran
- 2008 : Perempat final GGJP Indonesia Challenge 2008 (bersama Mochamad Rizki Delynugraha)
- 2009 : Perempat final Yonex Sunrise India Open 2009 (bersama Muhammad Rijal), Semi final Vietnam International Challenge 2009 (bersama Muhammad Rijal), Semi final BINGO BONANZA PHILIPPINE GRAND PRIX GOLD 2009 (bersama Muhammad Rijal), Perempat final New Zealand Open Grand Prix 2009 (bersama Muhammad Rijal)
- 2010 : Semi final INDIA GRAND PRIX GOLD 2010 (bersama Muhammad Rijal), Perempat final Kumpoo Macau Open Badminton Championships (bersama Muhammad Rijal), Perempat final INDONESIA GRAND PRIX GOLD 2010 (bersama Muhammad Rijal)
- 2011 : Semi final 2011 Yonex – Sunrise India Open Superseries (bersama Muhammad Rijal), Perempat final Yonex Denmark Open (bersama Muhammad Rijal), Runner - up Yonex - Sunrise Syed Modi Memorial India Open Grand Prix Gold 2011 (bersama Muhammad Rijal)
- 2012 : Perempat final YONEX German Open GPG 2012 (bersama Muhammad Rijal), Perempat final Badminton Asia Championships 2012 (bersama Muhammad Rijal), Runner - up INDONESIA OPEN GRAND PRIX GOLD BADMINTON 2012 (bersama Muhammad Rijal), Juara Yonex Chinese Taipei Open 2012 (bersama Muhammad Rijal), Perempat final YONEX Denmark Open 2012 (bersama Muhammad Rijal)
- 2013 : Perempat final Djarum Indonesia Open Super Series 2013 (bersama Muhammad Rijal), Juara SEA Games XVII 2013 (bersama Muhammad Rijal)
- 2014 : Perempat final Malaysia Open Super Series Premier 2014 (bersama Praven Jordan)
Vita Marissa

Vita pernah berpasangan dengan Nova Widianto dan menjadi pasangan ganda campuran yang cukup ditakuti. Ketika ia mengalami cedera bahu pada kejuaraan Malaysia Open 2004, kariernya sebagai atlet sempat terganggu. Dalam kejuaraan di Athena ia hanya mampu bertahan sampai delapan besar saja. Meskipun demikian, Vita tetap mampu memetik dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional 2004 di Palembang.
Karena cideranya bertambah parah, Vita harus menjalani operasi dan pemulihan selama enam bulan. Sehingga Nova Widianto pun dipasangkan dengan Lilyana Natsir. Vita akhirnya kembali tampil dengan pasangan Flandy Limpele dan berhasil menjuarai kejuaraan Japan Open 2006.
Dalam nomor ganda wanita, Vita dipasangkan dengan Lilyana Natsir. Mereka ikut memperkuat tim Piala Uber Indonesia tahun 2008, dan menjuarai Indonesia Open untuk nomor ganda wanita pada tahun yang sama.
Atlet
Baskes
Kelly Purwanto Ari Nugroho

Nama Lengkap : Kelly Purwanto Ari
Nugroho
Profesi : -
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Rabu, 3 Agustus
1983
Zodiac : Leo
Hobby : Sepakbola
Warga Negara : Indonesia
BIOGRAFI
Kelly Purwanto Ari Nugroho adalah
salah satu pemain basket Indonesia. Ia bermain untuk tim Pelita Jaya Esia,
dimana sebelumnya dari tahun 2006 sampai 2009 ia membela tim
Garuda Flexi Bandung.
Perkenalan Kelly dengan bola basket tidak terlepas dari peran saudara kandungnya, Franky Purwanto. Saat masih duduk di kelas 5 SD, sang kakak kerap mengajaknya bermain di lapangan basket dekat rumahnya. Kelly kecil selalu kalah dari kakaknya yang saat itu sudah duduk di bangku SMP. Kelly mulai serius bermain basket sejak kelas 3 SMP, waktu itu ia ingin menyalurkan bakat, hobi dan ketertarikannya akan basket. Setelah itu, Kelly terus mengasah kemampuannya dengan bergabung di klub Satria Muda Junior. Bakat besar Kelly membuatnya ditaksir oleh STIE Perbanas. Usai lulus SMA tahun 2001, Perbanas memberikan beasiswa kepadanya. Jadilah ia masuk menjadi skuat inti Perbanas di ajang Libama Nasional. Sayangnya di musim pertama Perbanas ia hanya menempati posisi runner-up.
Di tahun 2002, Kelly membawa klubnya SM Junior menjuarai Divisi I DKI dan Perbanas menjadi juara Libama Nasional. Yang paling mengesankan Kelly tentunya berlaga di ajang Adidas Asia Streetball di Shanghai, Cina. Meski timnya hanya berada di urutan kedelapan, ia keluar sebagai juara kontes lemparan tiga angka. Tahun berikutnya, Kelly masuk roster SM berlaga di IBL. Sayangnya ia hanya sempat bermain di 4 gim. Cedera pinggang membuatnya harus absen sepanjang musim.
Pria yang memiliki 25 tato di tubuhnya ini kemudian kembali di tahun 2004 dengan berlatih untuk tim PON DKI dan berhasil menjadi runner-up untuk Turnamen Sister City dan menggondol emas di PON XVI Sumsel. Ia juga kembali berlatih di Perbanas dan menjuarai Libama Utama. Kesuksesannya di Libama dan PON membuatnya kembali dilirik oleh tim-tim IBL. Tak hanya itu, namanya juga dipanggil untuk mengikuti seleksi pelatnas SEA Games XXIII oleh pelatih tim basket putra Rastafari Horongbala.
Perkenalan Kelly dengan bola basket tidak terlepas dari peran saudara kandungnya, Franky Purwanto. Saat masih duduk di kelas 5 SD, sang kakak kerap mengajaknya bermain di lapangan basket dekat rumahnya. Kelly kecil selalu kalah dari kakaknya yang saat itu sudah duduk di bangku SMP. Kelly mulai serius bermain basket sejak kelas 3 SMP, waktu itu ia ingin menyalurkan bakat, hobi dan ketertarikannya akan basket. Setelah itu, Kelly terus mengasah kemampuannya dengan bergabung di klub Satria Muda Junior. Bakat besar Kelly membuatnya ditaksir oleh STIE Perbanas. Usai lulus SMA tahun 2001, Perbanas memberikan beasiswa kepadanya. Jadilah ia masuk menjadi skuat inti Perbanas di ajang Libama Nasional. Sayangnya di musim pertama Perbanas ia hanya menempati posisi runner-up.
Di tahun 2002, Kelly membawa klubnya SM Junior menjuarai Divisi I DKI dan Perbanas menjadi juara Libama Nasional. Yang paling mengesankan Kelly tentunya berlaga di ajang Adidas Asia Streetball di Shanghai, Cina. Meski timnya hanya berada di urutan kedelapan, ia keluar sebagai juara kontes lemparan tiga angka. Tahun berikutnya, Kelly masuk roster SM berlaga di IBL. Sayangnya ia hanya sempat bermain di 4 gim. Cedera pinggang membuatnya harus absen sepanjang musim.
Pria yang memiliki 25 tato di tubuhnya ini kemudian kembali di tahun 2004 dengan berlatih untuk tim PON DKI dan berhasil menjadi runner-up untuk Turnamen Sister City dan menggondol emas di PON XVI Sumsel. Ia juga kembali berlatih di Perbanas dan menjuarai Libama Utama. Kesuksesannya di Libama dan PON membuatnya kembali dilirik oleh tim-tim IBL. Tak hanya itu, namanya juga dipanggil untuk mengikuti seleksi pelatnas SEA Games XXIII oleh pelatih tim basket putra Rastafari Horongbala.
Atlet Tenis
Lapangan
Atlet Tenis Lapangan
Sri Rahayu Basuki

Nama Lengkap : Sri Rahayu Basuki
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Yogyakarta
Tanggal Lahir : Senin, 30
November 1970
Zodiac : Sagittarius
Warga Negara : Indonesia
BIOGRAFI
Yayuk Basuki lahir dengan nama Sri Rahayu Basuki adalah pemain tenis
Indonesia dan terkenal pada era tahun 1990-an. Peringkat tertinggi yang pernah
dicapainya adalah posisi ke-19 untuk kelas tunggal dan ke-9 untuk kelas ganda.Anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Budi Basuki dan Sutinipun ini bermain tenis sejak usianya menginjak 5 tahun.
Ayahnya, terakhir menjadi anggota polisi di Purwokerto, Jawa Tengah, dan ibunya memperkenalkan Yayuk pada tenis sekaligus melatihnya. Umur 13 tahun, istri dari pemain tenis nomor satu Indonesia, Suharyadi, ini bernaung di sebuah klub tenis di Ragunan, Jakarta, hingga tahun 1989.
Ia kemudian ditangani beberapa pelatih secara bergantian, tapi yang paling besar jasanya baginya adalah Mien Gondowidjojo yang dianggapnya bukan sekadar pelatih tapi juga seperti orangtuanya sendiri.
Yayuk pun memulai karier profesionalnya pada tahun 1990 setelah bergabung dengan PB Pelita. Pada tahun berikutnya, ia menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen profesional. Yayuk sempat dicoret namanya dari tim Fed Cup Indonesia karena ia bersama suaminya dianggap lancang menulis surat ke badan dunia tenis wanita agar memilih lapangan tempat tim Indonesia bertanding.
Yayuk dan Suharyadi akhirnya keluar dari tim Indonesia setelah mundurnya Ketua Badan Tim Nasional, Wimar Witoelar yang dikenal dekat dengan pasangan Yayuk dan Suharyadi. Yayuk kemudian mengambil keputusan tegas untuk mengejar target menembus 20 besar dunia. Jadwal ketat pertandingan dunia tersebut sayangnya bersinggungan dengan jadwal SEA Games dan PON, sehingga Yayuk pun terpaksa melewatkan kedua ajang tersebut.
Atlet Tenis
Meja
Tenis Meja

Dian David Michael Jacobs (lahia di Makassar, Indonesia, 21 Juni 1977; umua 37 taun), dikenal juo jo namo David Jacobs)
adolah atlet tenis meja Indonesia, kini ko ado pado kelas 10 Para-Tenis Meja. Lahia
di Ujuang Pandang, David Jacobs balatiah tenis meja sajak umua 10 taun. Pado
taun 2000 Inyo balatiah untuak patandingan internasional dan pado taun 2001
Inyo mamanangkan medali ameh patamonyo pado SEATTA Games di Singapura.
David Jacobs batandiang pado Paralimpiade
Musim Paneh 2012 dan mamanangkan medali parunggu.
Karir
Tenis Meja
Jacobs taruih balatiah tenis meja
pado saat mengambiak kelas manajemen di kelas Ekonomi Perbanas. Inyo bapartisipasi pado SEA Games patamonyo di taun 2001.[1]
Di taun 2001, Jacobs, basamo jo Yon
Mardiono, mamanangkan satu-satunyo medali
ameh Indonesia pado pertandingan tenis meja SEATTA di Singapura. Kaduonyo
mangalahkan atlet tenis meja Thailand Phucong Sanguansin jo Phakphoom
Sanguansin.
Jacobs taruih bamain dalam SEA
Games, batandiang jo Vietnam (2003), Filipina (2005), dan Thailand (2007).[1]
Inyo mamanangkan kompetisi tenis meja di Pakan
Olahraga Nasional taun 2004. Satalah kamanangan ko,
David Jacobs manarimo posisi panghargaan di Departemen Olah Raga Nasional dan
manjadi karyawan tatok di 2008.[1]
Pado taun 2008, Jacobs manjadi palatiah untuak tim Tenis Meja Indonesia[2]
dan pado taun 2009 inyo batandiang dalam SEA Games di Kuala Lumpur.
Atlet Balap
Sepeda

BAMBANG SURYADI
BIODATA:
BAMBANG SURYADI
• Lahir: Probolinggo 8 April 1990
• Pendidikan
o SMK Achmad Yani Probolinggo
• Prestasi
o Juara 3 Kelas Senior KEJURDA Balap Sepeda JATIM 2011
o Red And White Jersey STDI 2011
o The Best Team STDI 2011
o Runner Up Polkadot Jersey STDI 2011
o The Best Individual Classifications stage IV Tour D’Singkarak 2011
BIODATA:
BAMBANG SURYADI
• Lahir: Probolinggo 8 April 1990
• Pendidikan
o SMK Achmad Yani Probolinggo
• Prestasi
o Juara 3 Kelas Senior KEJURDA Balap Sepeda JATIM 2011
o Red And White Jersey STDI 2011
o The Best Team STDI 2011
o Runner Up Polkadot Jersey STDI 2011
o The Best Individual Classifications stage IV Tour D’Singkarak 2011
“Kan aku oleh sepeda balap itu orang tua
jualin sapi nah buat beli sepeda balap itu” dengan logat khas Probbolinggo
kata-kata itu muncul dari mulutnya ketika ditanya awal karir dia menjadi
seorang pembalap profesional. Ujar Bambang Suryadi kepada Daniel Rachma
Hanggawidi.
Ketika lulus dari SMK Achmad Yani, JawaTimur
sedang melakukan KEJURDA. Selayaknya semua ISSI yang berada di wilayah Jawa
Timur ikut berpartisipasi. Namun keadaan berbeda dialami tim ISSI probolinggo
mereka tidak ikut serta dalam event tersebut. Namun hal itu tidak menurunkan
semangat pemuda yang berumur 20 tahun ini untuk mengkuti event tersebut, karena
menurut dia setiap event yang ada adalah sebuah peluang yang dapat
mengembangkan karirnya.
Akhirnya dengan biaya sendiri dan tekan bulat ia
mengikuti event lomba tersebut di Surabaya. Dari probolinggo ia mengayuh
sepedanya ke Surabaya. “Itu waktu habis lulus SMK Ahmad Yani Probolinggo saya
latihan disana terus ada lomba kejuaraan di Surabaya Piala Walikota Surabaya.
ISSI kabupaten Probolinggo tidak turun ya saya turun sendiri biaya sendiri
kesana, dari Probolinggo ke Surabaya digowes”. Dengan bantuan kedua seniornya yaitu Herwin
Jaya dan Hari Fitrianto, ia mendapat tumpangan untuk menginap di mess atlet
Polygon Sweet Nice. Namun sebelumnya Bambang sudah berbicara dengan kepala
menegement dari PSN yaitu bapak Harryjanto Tjondrokusumo. Sejak
perbincangan itu dalam lomba Kejurda tersebut ia diijinkan membawa nama PSN.
Dari situ awal dia dikenal oleh para management PSN karena dia berkonsekuensi
untuk membawa nama klub tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar